Sunday, September 4, 2011

PENDOSA JIJIK

aku pendosa nista,
yang tewas dengan khilaf manusia lemah,
tersungkur di kaki bahagia,
merayu diberikan apalah kiranya peluang,
barang sepatah kata ya satu peluang lagi,
namun khilaf maha besarku belum tentu mampum
mereda api bencimu,
pada sang pendosa yang tadi,
kau lemparkan,
hamburan jijikmu.

amat jijik.

Saturday, April 2, 2011

EPISOD PERASAAN HATI


dari sebuah sudut penjuru hati,
yang makin merapuh,
ada derai-derai sisa sebuah rasa cinta,
dulu pernah merah warnanya mekar,
bertukar pucat berkobar lesu,
bila harapan yang aku harapkan tidak lagi menjadi nyata.

dan sekian kalinya aku berdiri ditepian jeriji hati,
yang diantara ada dua keadaan,
gembira dan kesedihan,
dan untuk kali yang keberapa,
aku terduduk disudut ini,
keadaanya sendiri yang aku tahu keputusannya.

dan belum pun sembuh parut rasa yang tinggal,
tersisa aku dengan rasa cinta yang menggamit,
namun hujung ceritanya seperti yang aku duga,
walaupun hati dan rasa ini telah tepu meranjau semuanya,
kisah perasaan hati yang klise masih pada episod lama,
pasrah dihujung cerita.


Saturday, February 12, 2011

HATI BISU TIDAK MATI

bukan hati ini mati lidahnya,
atau berkata tiada butir bicara,
cuma nahu bait-bait rasa aku kepungkan,
dalam satu bekas fikiran yang rapi,
biarkan ia melonggok menjadi ketulan padu yang keras,
dengan janaan perasaan luhur ikhlas,
terluah bila kedap pemikiran aku bukakan pada suatu ketika;
bilamana ketika itu semua rasa tercurah,
menjasad sebagai satu roh dan jiwa puisi yang indah.

Saturday, December 11, 2010

SEJAMBAK TERIMA KASIH

aku,
tidak mengharapkan sejambak kata;
untaian terima kasih,
terzahir dari mulus getar suaramu,
kerana ikhlas sebuah usaha itu,
bukan pada perlu dibayar dengan,
sebuah penghargaan.
waktu yang bersaksi,
dan hanya Dialah maha mengetahui.


p/s:
tahniah atas kejayaan tanpa penghargaan kepadaku. :)

Thursday, December 9, 2010

DIBADAI KENANGAN BERTALU

menyendiri membiarkan angin laju menderu,
sepi tanpa reaksi,
meniup-niup kenangan menyejukkan aku,
menggetarkan hati dengan gigi-gigil kerinduan,
yang sebentar tadi menyala panasnya amarah,
merah warna benci tergambar,
pada jegil iris mata yang melankoli.

nyatalah, keras mana kerikil jembalamu,
tetap akan dibadai,
pada pawana yang meresahkan rasa hati,
melorek satu garisan kenangan,
bisa yang terbit pada titis-titis kepedihan,
bila layar ingatan tertayang,
ada jahit-jahit hati kan terurai,
pedih cerita luka tertumpah cuka dusta diatasnya.

Friday, December 3, 2010

MASUK JAWI

ada peluh mula menjurai,
ada detak berdegup kencang,
ada debar beralun didada,
ada cemas bertaut risau,
ada sakit menggusar rasa,
ada cita bergelar dewasa,
ada pantang bermacam dilarang,
ada darah menitik resah,
ada yang lari tak cukup tanah,
ada sarong ada pelikat,
ada sejarah mula berkisah,
ada takut dalam kalut,
ada berani dalam serabut,
ada gunting menghiris daging,
ada alam berganti zaman,
ada rasa bermacam rasa;

pasti dihadapi semua teruna.


* trivia: sinonim antara musim cuti sekolah dan kanak-kanak lelaki. ha apa dia?

:)

Tuesday, November 23, 2010

EGO SANG JENDUL

keras jembala ego, terjunjung,
di jendul dahimu yang seringkali,
menggusar rindu, menerbit resah,
membuah prasangka;
mungkinkah cinta sudah berbungkam,
dalam sudut hatimu.

atau, masihkah keras kerak ego,
yang sekian kalinya cuba aku lembutkan,
dengan cair-cair titisan kiasan rindu,
yang aku bingkiskan di medan ini,
masih belum bisa merendam,
empuk dan lembut egomu.